
![]() |
sumber : http://www.mediaindonesia.com/mediaperempuan/read/2011/12/11/6381/7/Buku-Mewarnai-tidak-Disarankan-untuk-Anak |
Opini yang dikutip dari situs Babble.com tersebut memang ada benarnya, tapi segala hal pasti ada kebaikannya disamping keburukannya.
Berikut adalah kebaikan buku mewarnai menurut saya sekaligus juga beberapa sanggahan pada opini di atas :
- Buku atau gambar mewarnai belum tentu akan membuat anak (balita) menjadi pasif, tergantung pada diri anak itu sendiri maupun dukungan dari lingkungan externalnya (orang tua, guru, teman-teman, dan lainnya), Bagi anak di atas lima tahun memang lebih bagus bila mereka menggambar dan mewarnai sendiri, tapi bagi balita atau anak yang belum mengenal banyak objek, bentuk dan warna, buku/gambar mewarnai bisa menjadi sarana untuk memperkenalkan bentuk, objek dan warna. Kegiatan mewarnai juga bisa membuat anak lebih kreatif dalam memadukan warna atau membuat sesuatu menjadi lebih indah.
- Gambar/objek dalam buku gambar mewarnai dapat menjadi contoh gambaran yang mewakili objek yang sebenarnya, anak-anak butuh orang tua atau orang yang lebih dewasa untuk membimbingnya. Orang tua juga dituntut bijaksana dalam memilih gambar atau objek yang akan diwarnai, misalnya menghindari karakter atau objek yang tidak sesuai dengan balita seperti menghindari pemilihan objek karakter yang memegang pisau, memegang pedang, dsb
- Gambar mewarnai mendidik anak untuk cermat dan teliti serta mematuhi aturan main (peraturan) dengan mengajari mereka mewarnai ditempat yang tepat dan telah disediakan serta tidak keluar dari garis yang ditetapkan.
- Semakin sering anak (balita) mencorat-coret maka semakin mahir mereka menggunakan alat tulis atau mewarnai, tentunya kita tidak bisa memaksakan anak balita untuk menulis abjad (aksara) tanpa memberi contoh. Lain halnya dengan anak di atas lima tahun yang sudah lebih baik jalan pikirannya.
Opini yang mana yang paling benar? hal itu tergantung pada kearifan anda menilainya. Yang jelas mewarnai gambar adalah alternatif yang lebih baik daripada membiarkan anak (balita) bermain tanpa pengawasan atau memainkan permainan yang tidak sesuai dengan usianya (misal: bermain playstation, kartu, dsb).
